Mencintai keluarga Nabi SAW adalah kewajiban dalam agama tidak seorangpun mengingkari hal ini kecuali orang bodoh , atau pura-pura bodoh yang akhirnya menjadikan dia bodoh permanen.
Sebagian mengatakan bahwa Nabi tidak mempunyai keturunan dari anak laki. Sebagian mengatakan bahwa keturunan beliau SAW sudah habis di bantai Bani umayyah dan sebagian lagi mempermasalahkan keabsahan silsilah yang ada karena berbagai motif.
Tak bisa di pungkiri rasa iri, dengki, selalu berperan pada hati semua orang , khususnya pada kelompok penghasut para penghimpun pengaruh yang tujuannya hanya memperbanyak pengikut.
Mari simak Hadits suci dari lisan Nabi suci Muhammad saw!
Semua nasab terputus kelak di hari kiamat kecuali nasabku.
Manusia yang pertama mendapat syafaat ku dari umatku di hari kiamat adalah keluargaku.
Mengapa orang mengatakan bahwa hubungan kekeluargaanku tidak bermanfaat dihari kiamat? Ketahuilah bahwa kekeluargaanku selalu tersambung di dunia dan akhirat. (H.R. Ahmad & Hakim dalam Mustadrok)
Alhakim meriwayatkan dengan syarat Syaikhoin:
Bintang sebagai pengaman untuk penduduk bumi dari kebinasaan dan jika orang-orang arab berselisih dengan mereka (ahlulbait) maka mereka para penyimpang menjadi golongan Iblis.
Cinta ahlulbait adalah ukuran kebaikan seseorang.
Rasulallah saw bersabda :
Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik pada keluarga sepeninggal ku.
tidaklah kalian beriman sehingga aku lebih kalian cintai dari diri kalian, dan itrohku (turunanku) lebih kalian cintai daripada keturunan kalian, dan keluarga ku lebih dari keluarga kalian, dzatku lebih dari dzat kalian.
(H. R. Hakim, Thabarani, Abu ya'la, Baihaqi.
Sungguh aneh jika masih ada orang mengingkari keberadaan keturunan Nabi saw, apalagi mengklaim dirinya sebagai kiyai ahlussunnah wal jama'ah.
Alhabib Ali Alhabsyi yang sebentar lagi akan kita peringati haulnya mengatakan, " barang siapa menyakiti kami dan memerangi kami, Allah akan timpakan padanya segala cobaan dan diberi ketidak warasan pada akalnya.
ومن أذانا وحاربنا عسى له بلية يصيب عقله خبل.
Dan doa beliau terkabul, seorang kiyai yang mengaku alim mencaci orang dengan menyebut namanya di mimbar serta menafikan keberadaan dzurriyah, membaca dua hadits denga lafadz yang salah. Allah tunjukkan langsung kebodohan nya di hadapan kita semua.
Bagi orang awam seperti kita sungguh janganlah bingung dengan para pendengki karena sejak dahulu kala kelompok semacam ini selalu ada, cukup bagi kita nasihat Rasulallah saw, agar kita Selamat dunia dan akhirat.
Nabi bersabda :
مثل أهل بيتي فيكم كسفينة نوح من ركبها نجي ومن تخلف عنها هلك. وفي رواية غرق، وفي رواية زج في النار
Perumpamaan keluargaku seperti perahu nabi Nuh yang menaikinya selamat dan yang menyimpang akan binasa. Dlm riwayat lain akan masuk neraka.
(H. R. Hakim dlm Mustadrok, Thabarani, Syihab dlm musnadnya dan Al-Bazzar.
Jangan sampai kepentingan pribadi dan ego menjadikan kita tidak taat pada sabda Rasulallah saw
لايؤمن أحدكم حتى يكون هواه تبعا لما جئت به
✳AL-KHAIRAT BEKASI ✳

0 komentar:
Posting Komentar