Umar bin Khattab berasal dari Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy, suku terbesar di kota Mekkah saat itu. Ayahnya bernama Khattab bin Nufail Al Shimh Al Quraisyi dan ibunya Hantamah binti Hasyim, dari Bani Makhzum.[2] 'Umar memiliki julukan yang diberikan oleh Nabi Muhammad yaitu Al-Faruq
yang berarti orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan.
Pada zaman jahiliyah keluarga 'Umar tergolong dalam keluarga kelas
menengah, ia bisa membaca dan menulis, yang pada masa itu merupakan
sesuatu yang langka.
Memeluk Islam
Ketika
Nabi Muhammad 
menyebarkan
Islam secara terbuka di
Mekkah, Umar bereaksi sangat antipati terhadapnya, beberapa catatan mengatakan bahwa kaum
Muslim
saat itu mengakui bahwa Umar adalah lawan yang paling mereka
perhitungkan, hal ini dikarenakan Umar yang memang sudah mempunyai
reputasi yang sangat baik sebagai ahli strategi perang dan seorang
prajurit
yang sangat tangguh pada setiap peperangan yang ia lalui. Umar juga
dicatat sebagai orang yang paling banyak dan paling sering menggunakan
kekuatannya untuk menyiksa pengikut
Nabi Muhammad 
.
Pada puncak kebenciannya terhadap ajaran
Nabi Muhammad 
, Umar memutuskan untuk mencoba membunuh Nabi Muhammad

, namun saat dalam perjalanannya ia bertemu dengan salah seorang pengikut
Nabi Muhammad 
bernama
Nu'aim bin Abdullah yang kemudian memberinya kabar bahwa saudara perempuan Umar telah memeluk Islam, ajaran yang dibawa oleh
Nabi Muhammad 
yang ingin dibunuhnya saat itu. Karena berita itu, Umar terkejut dan
pulang ke rumahnya dengan dengan maksud untuk menghukum adiknya,
diriwayatkan bahwa Umar menjumpai saudarinya itu sedang membaca
Al Qur'an
surat Thoha ayat 1-8, ia semakin marah akan hal tersebut dan memukul
saudarinya. Ketika melihat saudarinya berdarah oleh pukulannya ia
men)jadi iba, dan kemudian meminta agar bacaan tersebut dapat ia lihat,
diriwayatkan Umar menjadi terguncang oleh apa yang ia baca tersebut,
beberapa waktu setelah kejadian itu Umar menyatakan memeluk Islam, tentu
saja hal yang selama ini selalu membelanyani membuat hampir seisi
Mekkah terkejut karena seseorang yang terkenal paling keras menentang
dan paling kejam dalam menyiksa para pengikut
Nabi Muhammad 
kemudian memeluk ajaran yang sangat dibencinya tersebut, akibatnya Umar
dikucilkan dari pergaulan Mekkah dan ia menjadi kurang atau tidak
dihormati lagi oleh para petinggi Quraisy yang selama ini diketahui
selalu membelanya.
0 komentar:
Posting Komentar